Pasar Uang#Materi02
Definisi Pasar Uang
Pasar uang adalah pasar tempat suatu pihak meminjam dana dari pihak lainnya pada tingkat bunga-bunga tertentu dan biasanya untuk
jangka waktu di bawah satu tahun.
jangka waktu di bawah satu tahun.
Jangka waktu pinjaman bisa bervariasi, mulai dari satu hari sampai satu tahun. Pijaman yang
berjangka waktu lebih dari satu tahun digolongkan sebagai pasar hutang.
Dilihat dari jenis mata uangnya, pasar uang dapat dibagi menjadi; pasar domestik dan pasar valuta asing.
berjangka waktu lebih dari satu tahun digolongkan sebagai pasar hutang.
Dilihat dari jenis mata uangnya, pasar uang dapat dibagi menjadi; pasar domestik dan pasar valuta asing.
Pasar uang dikatakan efisien bila dapat melakukan transfer uang dari unit surplus ke unit defisit dalam jumlah besar dengan waktu yang singkat serta biaya yang sangat rendah (Timothy Q.Cook dan Robert K.LaRoche, 1998).
Fungsi Pasar Uang
Ada beberapa fungsi pasar uang yang penting dalam kegiatan ekonomi, yaitu fungsi likuiditas, fungsi sebagai sarana penyaluran kebijaksanaan (Channel for implementing policies), fungsi informasi,
accumulation of wealth, serta allocation of wealth (Direktorat Riset
Ekonomi dan Kebijakan Moneter, 2002).
Fungsi likuiditas pasar uang terkait dengan manfaat yang diberikannya kepada para investor dalam rangka mengelola dana
jangka pendek mereka yang idle dengan membeli piranti-piranti pasar uang, seperti certificate deposit, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan deposito berjangka pendek untuk memeperoleh pendapatan. Sementara itu, bagi pengusaha yang membutuhkan dana, pasar uang digunakan sebagai salah satu alternatif tempat untuk mencari sumber dana sementara. Misalnya, dalam hal terjadi mismatch temporer
karena portafolio asetnya berjangka panjang, sementara sisi liabilitiesnya relatif berjangka pendek untuk memperoleh pendapatan yang optimal.
accumulation of wealth, serta allocation of wealth (Direktorat Riset
Ekonomi dan Kebijakan Moneter, 2002).
Fungsi likuiditas pasar uang terkait dengan manfaat yang diberikannya kepada para investor dalam rangka mengelola dana
jangka pendek mereka yang idle dengan membeli piranti-piranti pasar uang, seperti certificate deposit, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan deposito berjangka pendek untuk memeperoleh pendapatan. Sementara itu, bagi pengusaha yang membutuhkan dana, pasar uang digunakan sebagai salah satu alternatif tempat untuk mencari sumber dana sementara. Misalnya, dalam hal terjadi mismatch temporer
karena portafolio asetnya berjangka panjang, sementara sisi liabilitiesnya relatif berjangka pendek untuk memperoleh pendapatan yang optimal.
Dalam rangka melaksanakan kebijakan moneter, Bank Sentral atau otoritas moneter antara lain menggunakan piranti operasi pasar terbuka (OPT). Kebijakan OPT dilakukan dengan melakukan penjualan atau pembelian, baik secara outright maupun repo, surat-surat
berharga Pemerintah atau surat-surat berharga yang diterbitkan oleh bank sentral ( sejenis SBI di Indonesia) di pasar uang guna mempengaruhi likuiditas perekonomian agar sesuai dengan
kebutuhan perekonomian. Perkembangan likuiditas dalam pasar uang lebih lanjut akan berdampak terhadap perkembangan suku bunga dan nilai tukar, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian secara makro.
Berkenaan dengan fungsi informasi perkembangan pasar uang dapat memberikan informasi bagi pelaku-pelaku di pasar uang seperti perusahaan, perbankan, pemerintah, otoritas moneter mengenai kondisi moneter, arah kebijakan, preferensi, dan tingkah laku peserta pasar uang maupun kondisi dan prospek ekonomi di dalam maupun di luar negeri.
Risiko pasar uang
Pasar uang selain berpeluang menghasilkan keuntungan, juga mengandung kemungkinan timbulnya risiko yang harus ditanggung
investor baik risiko ekonomi maupun nonekonomi (Goeltom,2000).
Risiko ekonomi terdiri atas :
1) Risiko pasar (market risk, interest rate atau exchange rate risk)
yaitu risiko yang timbul akibat fluktuasi harga, suku bunga, dan pergerakan nilai tukar.
2) Risiko penanaman kembali (reinvestment risk), yaitu risiko karena mengalihkan investasi.
3) Risiko gagal bayar (default risk), yaitu risiko yang timbul karena pembayaran yang tidak terpenuhi pada saat tagihan jatuh tempo dan
4) Risiko fundamental (fundamental risk), yaitu risiko akibat perubahan kondisi makro-ekonomi, moneter, fiskal, dan kebijakan lainnya pemerintah.
Sementara itu, risiko nonekonomi antara lain dipengaruhi oleh situasi sosial, politik, dan bencana alam.
Lokasi dan mekanisme pasar uang dalam era modern sekarang ini, transaksi-transaksi yang terjadi di pasar uang umumnya dilakukan secara langsung melalui media telephone electronic data link.
Transaksi-transaksi tersebut dinamakan
Over the Counter (OTC) transactions.
Pelaku-pelakunya dapat melakukan transaksi pada pasar di dalam negeri (domestik) atau luar
negeri yang tidak membutuhkan bentuk pasar yang riil. Transaksi pada pasar uang dapat dilakukan selama 24 jam di seluruh dunia sehingga memungkinkan pemilik dana menaruh modalnya pada pasar yang memberikan tingkat suku bunga yang tinggi. Sementara itu, peminjam dapat mencari pinjaman pada pasar yang menawarkan tingkat suku bunga yang termurah.
Seperti pengertian pasar lainnya, pasar uang adalah suatu pasar tempat terjadi pertemuan antara penjual dan pembeli yang kesepakatannya membentuk harga barang/jasa. Pada pasar uang, harga yang terbentuk dinamakan suku bunga.
Hukum permintaan dan penawaran juga berlaku di pasar ini.
Bila permintaan akan dana meningkat, maka suku bunga akan naik. Demikian sebaliknya, bila supply dana naik karena banyak orang menaruh dana di pasar uang, maka suku bunga akan turun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar