Selasa, 10 November 2020

Pasar Keuangan

       Pasar Keuangan#Materi01

Pasar keuangan (financial markets)
mempunyai peranan penting dalam meningkatkan efisiensi perekonomian melalui penyaluran dana dari pihak-pihak yang mempunyai surplus dana kepada pihak-pihak
yang membutuhkannya baik untuk kegiatan investasi maupun kegiatan ekonomi lainnya.
Tingkat kesejahteraan kedua pihak akan
meningkat dengan berfungsinya pasar keuangan.

Bagi pihak-pihak yang mempunyai surplus dana, pasar keuangan memberikan penghasilan, sedangkan pihak yang lain, misalnya pengusaha, akan memperoleh dana untuk memanfaatkan peluang dalam investasi
guna mendapatkan keuntungan.

Dengan perkataan lain, pasar keuangan menjadi suatu kebutuhan masyarakat karena adanya perbedaan waktu antara penerimaan dan pengeluaran dari pelaku-pelaku ekonomi di pasar uang, seperti bank-bank komersial, bank
sentral, pemerintah, perusahaan-perusahaan, money market mutual funds, brokers, dan dealers.

Aliran dana dari pihak yang mempunyai surplus dana kepada pihak yang membutuhkan dana dapat dengan secara langsung dan tidak langsung. Pembiayaan langsung terjadi bila peminjam mencari dana secara langsung ke pasar keuangan dengan menjual surat-surat
berharga.
Pembiayaan tidak langsung terjadi bila pemilik
surplus unit menaruh dana pada lembaga keuangan perantara (financial intermediaries) seperti bank, perusahaan asuransi, dan kemudian lembaga keuangan tersebut meminjamkannya pada unit yang membutuhkan. 

Secara garis besar pasar keuangan dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
pasar modal dan pasar uang (money market). Pasar modal adalah pasar tempat diperdagangkan adalah surat-surat berharga yang berjangka waktu lebih dari satu tahun.
Sementara itu, di pasar uang surat-surat berharga yang diperdagangkan berjangka pendek di bawah satu tahun.
Dengan demikian, suatu surat berharga berjangka waktu lebih dari satu tahun, apabila ditransaksikan secara repo dengan jangka waktu yang kurang dari satu tahun, dikategorikan pula sebagai transaksi pasar uang.
Bagi otoritas moneter keberadaan pasar keuangan penting untuk mendapatkan informasi.
Sekurang-kurangnya ada tiga
informasi yang dapat dimanfaatkan dari pasar keuangan yang berkembang cepat dalam beberapa dekade terakhir (Welteke, 2001).
Pertama, memberikan informasi awal atas ekspektasi pasar terhadap perkembangan makro ekonomi; Perubahan struktur tingkat suku bunga terkait dengan arah pertumbuhan ekonomi ke depan.

Kedua, perkembangan dari expected volatility dari harga future financial markets memberikan sinyal tingkat ketidakpastian dalam perekonomian, meskipun sampai saat ini belum ada kesepakatan umum mengenai bagaimana membaca tingkat volatility secara pasti.

Ketiga, harga-harga di pasar keuangan memberikan indikator
terhadap ekspektasi dari pelaku-pelaku pasar, terkait dengan tindakan kebijakan moneter. 
Di samping itu, bagi bank sentral pasar uang merupakan media yang penting dalam mengimplementasikan kebijakan moneter baik
yang memilih strategi kuantitas (uang beredar) maupun harga (suku bunga) dalam rangka mencapai sasaran akhir bank sentral, yaitu
tingkat stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan penyerapan tenaga kerja.
Untuk mencapai sasaran-sasaran dimaksud, bank sentral berupaya mempegaruhi tingkat likuiditas perbankan serta suku bunga jangka pendek yang lebih lanjut berdampak pada aktivitas perekonomian secara makro.
Perkembangan pasar-pasar keuangan dalam beberapa dekade terakhir mengalami pertumbuhan yang pesat sejalan dengan arus
globalisasi dan semakin banyaknya produk-produk pasar keuangan
yang muncul.

Menurut Bank for International Settlement (BIS) pada akhir tahun 2003 volume transaksi pasar uang internasional diprakirakan telah mencapai lebih dari US$2,3 triliun per harinya.
Arus dana yang besar ini di satu sisi memberi manfaat bagi kegiatanekonomi, di sisi lain, bila tidak dikelola secara baik berpotensi
menimbulkan bencana karena dapat mengganggu stabilitas ekonomi
suatu negara bahkan stabilitas moneter internasional.

Sehubungan dengan pentingnya keterkaitan pasar keuangan dan khsususnya pasar uang dengan otoritas moneter maupun perekonomian, buku seri kebanksentralan kali ini mengulas secara sederhana aspek-aspek mengenai pasar uang, meliputi fungsi, ciri khas, mekanisme kerja, piranti, serta perkembangan pasar uang di beberapa negara dan Indonesia.

Tidak ada komentar:

UAS PASAR UANG DAN MODAL SYARIAH

PASAR UANG DAN PASAR MODAL SYARIAH         Aspek ekonomi syariah tidak hanya pada sektor perbankan saja melainkan ada disemua sektor, di sem...